Minggu, 22 April 2012

Ada Apa Dengan Kentut ??????


Berikut ini adalah kemungkinan2 skenario yang terjadi setelah KENTUT:

1. CUKUP PUAS
“Fuihh … akhirnya...lega sekarang ….” sambil menghirup napas dalam-dalam mungkin untuk menggantikan volume udara yang telah keluar tadi agar tetap seimbang.

2. BELAGAK BEGO
“Ada yang dengar nggak ya?” (mukanya pucat seperti liat Mak Lampir habis creambath, apalagi bila kentutnya di sekitar para sesepuh atau boss).

3. MERASA GAK BERDOSA
“Syukurlah, baunya tak begitu keras” (Jadi bila dalam batas waktu yang ditentukan tidak ada yang

mengklaim ‘kepemilikannya’ maka akan ngabur begitu saja).

4. MEMBUAT ALIBI UNTUK MENGURANGI TUDUHAN
“Kok bau sih, ada yang kentut ya?” (padahal yang lain belum mencium baunya, sambil buru-buru berpura-pura menutup hidung sebelum keburu ditunjuk, seperti pepatah, lempar bau sembunyi pantat). Kesimpulan: Waspadalah dengan mereka yang nomor satu mencium bau kentut duluan, siapa tahu mereka sendiri yang kentut.

5. MERASAKAN KEBERSAMAAN
(Setelah menganalisis bau yang bervariasi) “Hmmm … perasaan bukan cuma gue yang kentut? Kok baunya macem-macem … Pasti ada yang ikutan kentut juga… ” Kesimpulan: “Iya deh, gue kentut. Tapi bukan cuma gue yang kentut.”

6. TERORIS YANG SADIS
Buru-buru meninggalkan TKP (plus para korban tak bersalah bergelimpangan), baru berani kembali lagi setelah masa aktif kentutnya diperkirakan sudah “kadaluwarsa”.

7. MUKA PUCAT
(Harap-harap cemas) “Wah mesti ganti celana, perasaan ada yang ikutan keluar? Jangan-jangan nyangkut nih?” Kesimpulan: Jangan terlalu ngeden bila kentut, dan waspadalah bila patut diduga ada yang ‘penumpang gelap’ yang ‘menunggangi’ kentut tersebut.

8. MENGHILANGKAN JEJAK
Segera semprot parfum atau pengharum ruangan untuk menetralisir sebelum bau terlanjur menyebar. Ada juga yang pura-pura main semprot obat nyamuk.

9. BELUM PUAS
Kalem saja dengan wajah innocent, belum puas sebelum mencetak “hattrick”. Mungkin suara ‘letusan’ terkamuflase oleh hiruk pikuk di sekitarnya. Kalo baunya gimana? Ya tetap aja … (tanpa memperdulikan apakah akan meninggalkan ‘duka’ yang berkepanjangan).

10. NYARI KAMBING HITAM
(Ini sih demitnya yang kentut, apalagi kalo di tempat yang angker) “Loh … perasaan cuma gue sendirian di sini kok ada bau-bauan … Jangan-jangan hiiii ….” Kesimpulan: Anda harus bisa membedakan bau kentut sendiri dengan kentut gendruwo dan kuntilanak.

11. MELAKUKAN HAL YANG RADA ANEH
“Ada apa to Jeng kok kipas-kipas terus?” “Enggak cuma radak gerah sedikit …” (padahal sih bermaksud ‘memecah formasi’ supaya tidak terlalu signifikan untuk menyolok hidung), Padahal Ruangannya ber'AC

12. ASSASSINATION
(balas dendam, soalnya habis dikentutin orang) “Rasain luh …. emang cuma kamu yang kentutnya bau?”

13. NGAKU TAPI MASIH NGELES
(Membela diri) “Iya..iya… gue kentutnya memang keras, tapi nggak bau kok? Coba dicium dulu dong.” Kesimpulan: Intensitas bau memang tidak selalu berbanding lurus dengan suaranya, masalahnya orang lebih sering berprasangka berdasarkan suaranya. Mungkin karena asal suara lebih mudah dilacak daripada sumber bau.

14. TETEP MOBILE
Sambil berjalan sambil ninggalin kentut dimana-mana, selalu bergerak sehingga tidak mudah diidentifikasi. Pokoknya diobral abis, rejeki buat yang nemuin dah … Namanya juga kentut bermobilitas tinggi.

15. KONYOL
(udah jelas malah nanya)..."ini bau kentut bukan yah???", padahal udah jelas kentut dari suara & aroma yang ditimbulkan

16. AMNESIA
(Belum sadar juga bila dirinya kentut, soalnya lagi pilek) “Emang bau apa sih…?” (padahal sekitarnya sudah heboh).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar